Makassar, ibu kota Sulawesi Selatan, Indonesia yang ramai, terkenal dengan kehidupan jalanannya yang dinamis dan sistem transportasinya yang unik. Salah satu moda transportasi paling populer di Makassar adalah angkot, minivan bersama yang berfungsi sebagai transportasi umum utama di kota. Menavigasi jalanan Makassar dengan angkot merupakan pengalaman yang menawarkan sekilas kehidupan sehari-hari penduduk setempat dan hiruk pikuk kota.
Angkot dapat ditemukan hampir di setiap sudut jalan di Makassar, dengan rute berbeda-beda berdasarkan warna dan jumlah angkutan. Sistem angkot adalah cara yang efisien dan terjangkau untuk berkeliling kota, dengan tarif biasanya berkisar antara 3.000 hingga 10.000 rupiah tergantung jarak yang ditempuh. Meskipun kendaraan mungkin sedikit sempit dan berisik, menaiki angkot adalah cara terbaik untuk menyelami budaya lokal dan merasakan kota seperti orang Makassar sejati.
Untuk menjelajahi jalanan Makassar dengan angkot, penting untuk mengetahui beberapa tips penting. Pertama, kenali berbagai rute dan warna van untuk memastikan Anda memilih van yang tepat untuk tujuan Anda. Angkot bisa penuh sesak saat jam sibuk, jadi bersiaplah untuk berdesakan dengan penumpang lain dan berpegangan erat saat pengemudi melewati jalanan yang sibuk.
Saat menaiki angkot, cukup turunkan angkot dan masuk melalui pintu geser di belakang. Berikan ongkos Anda kepada pengemudi atau kondektur, yang sering kali akan meneruskannya ke penumpang berikutnya hingga sampai ke pengemudi. Untuk memberi isyarat bahwa Anda ingin turun, cukup ucapkan “kiri” (kiri) atau “berhenti” dan pengemudi akan menepi di halte terdekat yang telah ditentukan.
Menjelajahi jalanan Makassar dengan angkot adalah cara unik dan autentik untuk merasakan budaya dan energi kota yang dinamis. Dari pasar penuh warna di Pantai Losari hingga Benteng Rotterdam yang bersejarah, menjelajahi kota dengan angkot menawarkan sekilas kehidupan sehari-hari penduduk setempat dan kekayaan sejarah Makassar. Jadi lain kali Anda berada di kota Indonesia yang ramai ini, naiklah angkot dan bersiaplah untuk berpetualang di jalanan Makassar.
